Home About Us Our Products News Articles Contact Us Chat Whatsapp

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Kaca

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Kaca


Ultrasonic Thickness Gauge untuk Kaca

Kaca adalah salah satu produk industri kimia yang paling akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri berwujud padat. Kaca berasal dari pasir silika atau pasir kuarsa yang mengandung besi tidak lebih dari 0,45 persen untuk pecah belah dan 0,015 persen untuk kaca optik. Sebab kandungan besi dapat merusak warna kaca. Kaca dicampur dengan sodium oksida dan kalsium oksida atau kapur. Kaca alami tersebut terbuat ketika peristiwa alam yang melibatkan suhu tinggi terjadi, misalnya aktivitas vulkanik, sambaran petir, hingga meteorit. Peristiwa tersebut menyebabkan jenis batuan tertentu meleleh, melebur, dan mendingin dengan cepat. Proses tersebut membuat kaca alami terbentuk. Kaca adalah material yang rapuh, ia juga konduktor panas yang buruk. Perubahan suhu yang mendadak akan memberikan tekanan pada kaca, yang akhirnya menyebabkan retakkan, bahkan hingga meledak

Kaca memiliki peran yang sangat penting dalam konstruksi bangunan. Hampir seluruh bangunan yang ada pasti mempunyai kaca. Secara umum, fungsi dari kaca tentunya untuk membuat ruangan Anda menjadi tidak gelap dan membiarkan cahaya alami dari matahari bisa masuk ke dalam dengan mudah. Penggunaan kaca sebagai material konstruksi memiliki beberapa kelebihan, di antaranya: Daya tahan yang baik karena kaca tidak terpengaruh dengan cairan pembersih dan bahan kimia lainnya. Mudah dibersihkan sehingga dapat menghemat waktu untuk membersihkannya. Mampu memaksimalkan pemandangan di luar ruangan. Selain untuk konstruksi bangunan, kaca juga digunakan untuk kacamata, kaca las, partisi kaca, pintu kaca, kanopi, gorden, cermin, peralatan rumah tangga, dan lain-lain. Bagaimanakah proses pembuatan kaca? Kurang lebih terdapat 10 tahap yang harus dilakukan untuk mengolah bahan-bahan di atas menjadi sebuah material kaca yang siap pakai, yaitu:
- Penyiapan Pasir Kuarsa
- Penambahan Natrium Karbonat dan Kalsium Oksida
- Penambahan Bahan-bahan Kimia Tertentu
- Penambahan Bahan Kimia Pemberi Warna
- Persiapan Proses Pembuatan Kaca
- Pemasakan Bahan Menjadi Cairan
- Penyeragaman Cairan Kaca dan Gelembung
- Pencetakan Cairan Kaca di Blok Khusus
- Pendinginan Kaca dengan Cepat
- Pembersihan Kaca dan Penyempurnaan

Jenis-jenis kaca yang beredar di pasaran antara lain kaca polos, kaca es, kaca cermin, kaca warna, kaca tempered, kaca laminated, dan kaca patri. Ukuran standar kaca dibuat bervariasi dengan standar tertentu untuk mengikuti kebutuhan pasar. Ketebalan kaca juga bervariasi yang umumnya berkisar antara 2mm - 15mm. Bagaimana cara mengukur ketebalan kaca? Pada bagian pinggir, kita dapat mengukur ketebalan kaca dengan mistar, meteran, atau pakai sigmat/jangka sorong. Sementara pada bagian tengah kaca yang mana tidak dapat dijangkau oleh alat ukur biasa, kita dapat menggunakan alat yang namanya Ultrasonic Thickness Gauge atau bisa juga menggunakan Magnetic Ball Thickness Gauge.

Prinsip kerja Ultrasonic Thickness Gauge dalam mengukur ketebalan kaca adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju permukaan kaca dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan kaca tersebut. Ultrasonic Thickness Gauge sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan kaca stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung. Sementara prinsip kerja alat Magnetic Ball Thickness Gauge adalah menggunakan prinsip Efek Hall.

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Kaca, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Komplek BDN No. 49, Kel. Jatiwaringin,
Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi 17411
021-8909 2280 (Telpon)


Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Ultrasonic Thickness Gauge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ultrasonic Thickness Gauge. Tampilkan semua postingan

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Stainless

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Stainless


Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Stainless


Pipa stainless steel adalah jenis pipa yang populer dipakai di berbagai industri. Hal ini dikarenakan jenis pipa ini menggunakan bahan yang efektif dan kokoh. Stainless steel adalah jenis baja campuran yang mengandung besi sebagai bahan utama dan mencampurkan kromium sekitar 10%. Pipa stainless memiliki ketahanan cukup tinggi terhadap serangan korosi atau karat. Pipa stainless juga sering dipakai dalam pembuatan bangunan. Tidak hanya untuk bangunan gedung bertingkat saja, pipa jenis ini juga dipakai dalam kehidupan rumah tangga. Selain untuk bangunan, pipa stainless sering digunakan untuk keperluan industri heat exchangers, general engineering, industri otomotif, industri makanan, industri kimia dan farmasi, serta industri minyak dan gas.

Pipa stainless steel dibuat mengikuti standar  ASTM A312 TP316 / 316L. SS316 / 316L adalah grade ganda yang digunakan untuk pipa stainless steel. Grade ini memungkinkan pipa untuk dapat digunakan untuk dua kebutuhan. Panjang standar pipa stainless steel adalah 6 meter, pipa ini dikenal karena kualitasnya yang unik yang didapatkan dari mendengarkan permintaan pasar dan memasukkannya ke dalam proses produksi. ​Stainless steel SS316 atau dikenal juga dengan marine grade stainless steel memiliki tingkat anti korosi yang tinggi. Beberapa tipe yang dikenal dari stainless steel SS316 adalah varian L, F, H, dan N. Varian-varian ini memiliki beberapa perbedaan dari sumbernya dan juga meiliki kegunaan yang berbeda. Sebagai contoh, varian 316L berarti baja memiliki kandungan karbon lebih sedikit dibandingkan varian 316 yang memiliki kandungan karbon lebih banyak.

Pipa 'seamless' stainless steel dibuat dari billet baja yang kemudian dilubangi bagian tengahnya sehingga terbentuk pipa. Proses pelubangannya bisa menggunakan 4 metode yaitu proses mandrell mill, proses mannesmann plug mill, proses extrusion, atau proses forging (penempaan). Keempat metode proses tersebut akan menghasilkan pipa stainless yang mulus tanpa sambungan atau bekas lasan. Semua metode proses tersebut akan menghasilkan ketebalan pipa stainless yang konstan dan stabil di semua sisi. Bagaimana cara mengukur ketebalan pipa stainless di semua bagian? Kita dapat menggunakan alat yang namanya Ultrasonic Thickness Gauge. Prinsip kerja Ultrasonic Thickness Gauge dalam mengukur ketebalan pipa stainless adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju permukaan pipa dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan kaca tersebut. Ultrasonic Thickness Gauge sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan kaca stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung. 

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Stainless, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Komplek BDN No. 49, Kel. Jatiwaringin,
Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi 17411
021-8909 2280 (Telpon)


Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Ultrasonic Thickness Gauge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ultrasonic Thickness Gauge. Tampilkan semua postingan

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Termoplastik

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Termoplastik

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Termoplastik


Termoplastik adalah jenis plastik yang melunak jika mengalami pemanasan dan akan mengeras jika mengalami pendinginan. Proses pelunakan dan pengerasan termoplastik dapat berlangsung berulang kali. Penamaan termoplastik diperoleh dari pembentukan ulang sifat plastik dengan proses pemanasan. Termoplastik mengandung resin hidrokarbon dan manik-manik kaca.

Pembentukan termoplastik dapat dilakukan menggunakan panas setelah melalui proses pendinginan. Panas digunakan untuk mempertahankan bentuk dari termoplastik. Pemanasan dapat dilakukan berulang kali tanpa mengubah sifat-sifat bahan termoplastik.

Penerapan termoplastik yang paling umum adalah untuk pembuatan markah jalan. Markah jalan yang berbahan termoplastik memiliki refleksi yang tinggi, daya tahan yang kuat dan umur pemakaian yang sangat lama. Secara sederhana termoplastik adalah jenis plastik yang bisa didaur ulang. Termoplastik dibentuk menjadi produk jadi melalui proses injection molding, blow molding, dan ekstrusi.

Jenis-jenis termoplastik berdasarkan label produknya lain:

- HDPE (polietilen densitas tinggi) dan LDPE (polietilen densitas rendah), merupakan bahan plastik yang paling umum, sangat tahan, serbaguna, murah, transparan atau putih, dan memiliki sifat insulasi yang sangat baik. HDPE dapat digunakan untuk membuat botol, kaleng, tangki air dan kontainer pengiriman. LDPE biasa digunakan dalam produk seperti tas, kemasan, dan mainan.

- PVC (Polyvinyl Chloride), merupakan turunan plastik yang paling serbaguna dan dapat diproduksi melalui empat proses yang berbeda (suspensi, emulsi, blok dan larutan). PVC adalah plastik serbaguna yang tahan terhadap abrasi, bahan kimia, atmosfer dan api. PVC digunakan dalam industri kertas dan dalam pembuatan kemasan untuk makanan, kartu kredit, furnitur, mainan, dan pakaian.

- PP (polypropylene), merupakan termoplastik dengan temperatur pelunakan lebih tinggi daripada polietilen dan lebih mudah teroksidasi. Sifat PP adalah transparan, ringan dan tahan lama, tidak menyerap air, mudah dipasang, dan memiliki ketahanan yang kuat terhadap retak stres lingkungan. PP biasa digunakan untuk membuat serat tekstil, gasket, kemasan, karpet, tali, furnitur, dan lain-lain.

- PS (polystyrene), merupakan polimer dengan monomer stirena, sebuah hidrokarbon cair yang dibuat secara komersial dari minyak bumi. Polystirene biasa digunakan untuk menggantikan kaca, aluminium, dan kayu karena lebih murah. Polystyrene juga digunakan dalam kemasan (termasuk makanan), wadah, kotak, lampu, barang sekali pakai, mainan, dan cangkir.

Jenis-jenis termoplastik industri antara lain:

- PB (Polybutene), digunakan dalam industri pipa dan pemanas untuk fabrikasi pipa. Ini memiliki karakteristik yang memungkinkan untuk digunakan di bidang pipa air panas dan dingin bertekanan, berkat kombinasi fleksibilitas dan kekuatan tarik pada suhu tinggi.

- PMMA (polymethylmethacrylate), adalah salah satu plastik rekayasa, bersaing dengan termoplastik lain seperti polikarbonat atau polistirena. Ini digunakan dalam industri otomotif untuk membuat lampu depan mobil dan bagian lain, serta untuk penerangan, kosmetik, arsitektur, optik, dan hiburan. Karena ketahanan goresnya yang kuat, penampilan yang cantik dan warna transparan, kaca ini dianggap sebagai pengganti yang baik untuk kaca.

- PET (polyethylene terephthalate), adalah termoplastik yang banyak digunakan dalam kemasan tekstil dan minuman. Meskipun viskositasnya menurun dengan riwayat termal, ia dapat didaur ulang dan disetujui untuk digunakan dalam produk yang bersentuhan langsung dengan makanan. Ini ringan, transparan, kristal, tahan air, dengan kekuatan lentur tinggi dan penyerapan air rendah.

- PTFE (Polytetrafluoroethylene), lebih dikenal sebagai Teflon. Sifat utamanya adalah benar-benar inert, sehingga tidak bereaksi dengan bahan kimia lain, kecuali dalam keadaan yang sangat khusus. Ini memiliki impermeabilitas yang kuat dan mempertahankan karakteristiknya di lingkungan yang lembab.

- Nilon, adalah jenis serat tekstil yang elastis dan tahan. Ngengat tidak menyerangnya dan tidak perlu disetrika. Ini digunakan untuk membuat stoking, kain dan pakaian rajut. Jika itu adalah cetakan kompresi, itu juga digunakan untuk membuat gagang sikat, sisir, dan gadget lainnya.

Produk-produk termoplastik biasanya dicetak dengan menggunakan mold (cetakan). Polimer awalnya akan dipanaskan di tungku pemanas dengan suhu tertentu, kemudian polimer yang meleleh akan masuk ke molding dan ditekan. Dengan cooling system yang disertakan pada molding, termoplastik akan seketika mengeras dan menjadi produk sesuai kebutuhan.

Mengukur ketebalan produk hasil termoplastik dapat menggunakan ultrasonik thickness gauge. Pengukuran dilakukan untuk menjamin kualitas produk agar sesuai standar produksi. Jika ketebalan produk tidak sesuai standar akan menimbulkan masalah terutama jika produk tersebut digunakan sebagai part dari mesin-mesin atau peralatan. Prinsip kerja UTG adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju permukaan plat stainless dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan plat stainless. UTG sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan plat stainless stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung.

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Ultrasonic Thickness Gauge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ultrasonic Thickness Gauge. Tampilkan semua postingan

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless


Plat Stainless atau plat baja tahan karat sering dipakai pada industri minuman dan makanan atau yang berhubungan dengan air, garam, dan kimia. Plat jenis ini memiliki beragam fungsi dan keunggulan di bandingkan material lainnya. Keunggulannya yaitu tingkat kontaminasi kimia yang rendah pada makanan, mudah dibersihkan, tahan lama, tahan serangan bakteri sera memiliki sifat mekanik yang cukup baik. Plat stainless 304 memiliki kadar nikel 8% - 10% dengan sifat yg lentur atau lunak. Aplikasi plat stainless 304 biasanya untuk pembuatan barang yang harus melalui proses press atau cetak. Tipe plat stainless 304 merupakan jenis Food Grade (aman ketika bersentuhan dengan makanan atau minuman). Plat stainless 316 memiliki kadar nikel antara 12% ke atas tergantung dari pabrik dan negara asal pembuatnya. Plat stainless merupakan plat yang paling tangguh dalam menghadapi zat asam dan dapat bertahan sangat lama sekali dalam rendaman air laut.

Stainless steel (baja tahan karat) adalah jenis baja yang tahan terhadap pengaruh oksidasi. Stainless steel merupakan logam paduan dari beberapa unsur logam yang dipadukan dengan komposisi tertentu. Dari perpaduan logam tersebut didapatkan logam baru dengan sifat atau karakteristik yang lebih unggul dari unsur logam sebelumnya. Stainless steel memiliki kandungan Chrom minimal 10,5%. Kandungan unsur chrom ini merupakan pelindung utama dari gejala yang disebabkan pengaruh kondisi lingkungan. Stainless steel memiliki sifat tahan korosi secara alami tanpa metode pabrikasi. Sifat tahan karat stainless steel diperoleh karena adanya kandungan unsur chrom yang tinggi. Stainless steel lebih awet atau tahan lama dan tidak mudah rusak karena oksidasi. Dibandingkan dengan baja ringan, stainless steel cenderung memiliki kekuatan tarik tinggi.

Plat stainless banyak digunakan dalam peralatan dan perlengkapan yang kita gunakan sehari-sehari. Penggunaannya tergantuk dari jenis, ketebalan, kekerasan dan sifat lainnya dari plat stainless. Jenis martensitic biasanya digunakan untuk alat makan, pisau bedah, peralatan bedah dan lain sebagainya. Jenis ferritic biasa digunakan untuk knalpot kendaraan, lis arsitektur, dan perlengkapan rumah tangga, dll. Jenis autenitic biasa digunakan untuk oven, wastafel, dan lainnya. 

Plat stainless umumnya diproduksi dengan ketebalan plat yang bervariasi untuk memenuhi kebutuhan berbagai macam industri. Ketebalan plat stainless biasanya berkisar antara 0,2mm - 50mm. Untuk mengukur ketebalan plat stainless ini bisa menggunakan jangka sorong untuk bagian pinggir plat. Namun bagaimana dengan bagian tengah plat? Apakah kita bisa menjamin ketebalan platnya merata di semua sisi? Sementara jangka sorong tidak dapat digunakan untuk mengukur ketebalan plat stainless di bagian tengah. Solusinya adalah menggunakan ultrasonic thickness gauge. 

Prinsip kerja UTG adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju permukaan plat stainless dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan plat stainless. UTG sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan plat stainless stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung.

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Plat Stainless, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Ultrasonic Thickness Gauge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ultrasonic Thickness Gauge. Tampilkan semua postingan

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa PVC

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa PVC

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa PVC


Pipa PVC (PolyVinyl Chloride) adalah pipa yang sangat populer di dunia. Kelebihan dari pipa ini adalah ringan dan kuat, tidak mudah terkena korosi air karena terbuat dari plastik. Pipa PVC selalu menjadi pilihan utama bagi proyek-proyek perumahan di seluruh Indonesia. Pipa ini juga dipakai untuk saluran kamar mandi, pembuangan dapur, pembuangan kloset, dan lain-lain. Pemasangannya hanya menggunakan lem perekat sehingga pipa PVC lebih banyak dipilih ketimbang pipa besi yang harus dilas.

Beberapa kelebihan dari pipa PVC yaitu pipa PVC mempunyai prosedur pemasangan yang lebih mudah dibandingkan pipa besi, pipa PVC tahan terhadap bahan kimia tertentu seperti alkali dan beberapa senyawa kimia lainnya, pipa PVC tidak menghantarkan nyala api apabila terbakar, serta memiliki permukaan yang licin sehingga aliran cairan di dalamnya dapat berjalan dengan lancar.

Pipa PVC dibuat dengan ketebalan yang beragam sesuai dengan aplikasinya. Untuk skala rumah tangga biasanya tersedia dengan ketebalan 1 - 2 mm, dan untuk skala industri dibuat lebih tebal. Ketebalan ini didesain untuk membuat pipa PVC tersebut tahan terhadap benturan sehingga tidak mudah penyok, juga untuk mempertahankan bobotnya yang tidak boleh terlalu berat. Ketebalan pipa PVC dapat diukur menggunakan sigmat / jangka sorong pada ujung pipa. Sementara pada bagian tengah pipa, dapat menggunakan alat Ultrasonic Thickness Gauge. Prinsip kerja UTG adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju pipa dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan pipa. UTG sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan pipa stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung.

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa PVC, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Ultrasonic Thickness Gauge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ultrasonic Thickness Gauge. Tampilkan semua postingan

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Besi

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Besi

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Besi


Pipa besi atau yang sering disebut pipa hitam memiliki banyak kegunaan. Pipa besi biasanya digunakan untuk mengalirkan air, penyangga rumah, rangka plafon, teralis, pagar rumah, tiang lampu, dan lain-lain. Pipa besi menjadi pilihan banyak orang karena lebih tahan lama, antirayap, juga lebih tahan karat. Pipa besi bisa bertahan hingga puluhan tahun meskipun digunakan di luar ruangan dengan cuaca yang berubah-ubah. 

Ada banyak jenis pipa besi yang biasa kita temukan di pasaran seperti pipa ductile yang biasa digunakan untuk penyuplai air, pipa hollow atau pipa kotak yang biasa digunakan untuk pagar atau gerbang rumah, pipa welded yang merupakan plat besi yang digulung dan kemudian dilas, pipa seamless yang dibuat dengan melubangi silinder besi sehingga tidak ada sambungan pada bagian sisinya, pipa ulet yang merupakan campuran besi dengan grafir, pipa ERW, pipa galvanis yang tahan terhadap korosi, dan juga pipa oval.

Pipa besi dibuat dengan bermacam-macam ketebalan sesuai dengan peruntukannya. Bentuknya yang berongga akan cukup sulit mengukur ketebalan pipa pada bagian tengah dengan jika menggunakan sigmat / jangka sorong. Alat yang yang dapat digunakan untuk mengukur ketebalan pipa besi di semua sisi adalah dengan menggunakan ultrasonic thickness gauge. Prinsip kerja UTG adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju pipa dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan pipa. UTG sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan pipa stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung.

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Besi, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Ultrasonic Thickness Gauge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ultrasonic Thickness Gauge. Tampilkan semua postingan
Back to top
banner