Home About Us Our Products News Articles Contact Us Chat Whatsapp

Shore D Durometer untuk Resin

Shore D Durometer untuk Resin


Shore D Durometer untuk Resin


Resin adalah salah satu material yang cukup banyak digunakan. Resin merupakan sebuah campuran dari berbagai senyawa kompleks seperti alkohol, asam resnat dan resnotannol ester. Resin merupakan hasil dari eksudasi tumbuhan secara alami atau buatan. Salah satu sumber utama pembuatan resin adalah berasal dari getah berbagai macam pohon, seperti pohon konifer atau pohon kunjung. Untuk mendapatkan tekstur yang kuat, campuran getah pohon tersebut dicampurkan dengan berbagai unsur kimiawi lainnya hingga menghasilkan bahan yang tidak mudah hancur. Resin memiliki sifat mudah mengeras, padat, bening, kusam, mengkilat, rapuh, dan bisa meleleh atau mudah terbakar saat terkena panas, dan memiliki bobot yang ringan. Bahan ini sangat disukai oleh setiap orang karena bisa dijadikan berbagai macam benda, salah satunya adalah kerajinan tangan. Resin biasa digunakan untuk membuat kerajinan tangan, dijadikan pelapis furniture, serta jadi bahan utama pembuatan komponen bodi mobil.

Resin biasa dijadikan kerajinan tangan seperti kalung, gelang, cincin, anting-anting, jam dinding, tatakan gelas, dan lain-lain. Dalam penggunaan pelengkap furnitur, resin biasa dipadukan dengan kayu untuk membuat meja hias agar memiliki kesan seperti sungai. Warnanya yang bening membuatnya indah dipandang seperti kaca atau air. 

Terdapat beberapa variasi resin yang biasa digunakan yaitu epoxy, polyester, polyurethane, dan silicone. Karena berasal dari getah dan campuran kimia, resin perlu dibentuk terlebih dahulu dengan menggunakan cetakan atau secara manual sebelum akhirnya harus dibakar supaya bisa mengeras dan menghasilkan benda yang sudah dicetak sebelumnya. Resin yang baik adalah resin yang memiliki tingkat kekerasan yang sempurna. Karena apabila resin terlalu lembek, maka produk akan mudah rusak dan berubah bentuk. Untuk menguji kekerasan resin yang sudah mengeras dapat menggunakan shore durometer tipe D. Dengan rentang 0-100 HD, kekerasan resin harus berada pada kisaran 80-100 HD sebagai tanda bahwa resin berkualitas baik.

Jika anda sedang membutuhkan Shore D Durometer untuk Resin, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Komplek BDN No. 49, Kel. Jatiwaringin,
Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi 17411
021-8909 2280 (Telpon)


Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan

Shore A Durometer untuk Kulit

Shore A Durometer untuk Kulit


Shore A Durometer untuk Kulit

Kulit adalah bahan yang fleksibel dan tahan lama yang dibuat dengan proses penyamakan kulit hewan, umumnya kulit sapi. Kulit (leather) banyak digunakan dalam peralatan kehidupan sehari-hari kita. Ada yang untuk keperluan fashion seperti tas, jaket, celana, sepatu, ikat pinggang, topi, dompet dan lain-lain. Ada yang untuk keperluan furnitur seperti pelapis sofa dan kursi. Ada yang untuk keperluan interior kendaraan seperti penutup jok mobil dan motor.

Saat ini sebagian besar kulit terbuat dari kulit sapi. Kulit kambing, domba, dan rusa juga digunakan untuk menghasilkan bahan yang lebih empuk dan dihargai lebih tinggi. Kulit rusa digunakan sebagai sarung tangan di negara beriklim sedang. Kulit hewan lainnya yaitu kulit babi, kerbau, buaya, anjing, ular, kangguru, dan ungas besar seperti burung unta.

Bahan kulit atau leather dapat dipecah dalam beberapa kategori yang berbeda. Beberapa variasi disebabkan oleh proses pembuatan, jenis potongan, hingga proses finishing. Dalam industri fashion, penggunaan bahan leather dipilih karena durability-nya yang membuat bahan kulit bisa bertahan lama. Kualitas bahan kulit juga dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mencakup jenis hewan, iklim tempat mereka tinggal, makanan yang mereka makan, dan aktivitas yang dilakukan. Maka dari itu, bahan kulit sangat dipengaruhi oleh kehidupan hewan asalnya.

Kualitas kulit ditentukan oleh bahan itu sendiri (kulit hewan apa yang dipakai) dan juga proses pengerjaannya. Kulit yang berkualitas tinggi cenderung digunakan untuk produk-produk fashion yang mahal. Hasil dari proses pengerjaan kulit itu akan menghasilkan tingkat kekerasan yang beragam. Setiap tingkat kekerasan ada peruntukan kegunaan yang berbeda-beda. Kita dapat menggunakan shore durometer skala A untuk mengukur tingkat kekerasan kulit. Skala durometer memiliki rentang 0 - 100 HA. Semakin besar skalanya semakin keras kulit tersebut. Begitupun sebaliknya.

Jika anda sedang membutuhkan Shore A Durometer untuk Kulit, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Komplek BDN No. 49, Kel. Jatiwaringin,
Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi 17411
021-8909 2280 (Telpon)


Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan

Shore D Durometer untuk Akrilik

Shore D Durometer untuk Akrilik


Shore D Durometer untuk Akrilik

Akrilik adalah plastik polimer transparan berupa lembaran yang biasanya dijadikan bahan substitusi dari kaca. Akrilik sangat ringan, bahkan hingga 30 persen, lebih ringan dari kaca pada umumnya. Kejernihan akrilik 92% sedangkan kaca hanya 80-90%. Warnanya yang sangat bening serta tidak mudah menguning seperti kaca merupakan nilai plus dari akrilik. Akrilik dikenal sebagai salah satu material utama yang digunakan untuk berbagai wadah atau kotak penyimpanan, seperti tempat menyimpan make-up dan alat tulis. Akrilik merupakan bahan yang terbuat dari plastik, sehingga pastinya bahan akrilik jauh lebih kuat dibandingkan kaca.

Akrilik merupakan bahan yang tidak mudah pecah, ringan, dan juga mudah untuk dipotong, dikikir, dibor, dihaluskan, dikilapkan atau dicat. Akrilik dapat dibentuk secara thermal menjadi berbagai macam bentuk yang rumit. Kaca sebenarnya lebih sulit tergores daripada akrilik. Namun lembaran akrilik dapat dilengkapi dengan lapisan anti gores (hardcoating) yang memberikan perlindungan ekstra. Sementara akrilik anti gores hampir tidak tahan gores seperti kaca. 

Lembaran plastik akrilik dibentuk oleh proses yang dikenal sebagai polimerisasi massal. Dalam proses ini, monomer dan katalis dituangkan ke dalam cetakan di mana reaksi berlangsung. Dua metode polimerisasi massal dapat digunakan: sel batch atau kontinyu. Akrilik yang baik adalah akrilik yang memiliki tingkat kekerasan yang sempurna. Karena apabila akrilik terlalu lembek, maka produk akan mudah rusak dan berubah bentuk. Untuk menguji kekerasan akrilik yang sudah mengeras dapat menggunakan shore durometer tipe D. Dengan rentang 0-100 HD, kekerasan akrilik harus berada pada kisaran 80-100 HD sebagai tanda bahwa akrilik berkualitas baik.

Jika anda sedang membutuhkan Shore D Durometer untuk Akrilik, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Komplek BDN No. 49, Kel. Jatiwaringin,
Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi 17411
021-8909 2280 (Telpon)


Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan

Pellet Hardness Tester KQ-3 / KQ-5 untuk Uji Kekerasan Pakan Ayam

Pellet Hardness Tester KQ-3 / KQ-5 untuk Uji Kekerasan Pellet Pakan Ayam


Pellet Hardness Tester KQ-3 / KQ-5 untuk Uji Kekerasan Pakan Ayam

Bagi peternak unggas terutama ayam, tentu sudah tidak asing dengan pakan. Pada dasarnya ayam adalah hewan omnivora. Dia bisa memakan apapun yang ditemuinya dan dianggapnya sebagai makanan. Namun dalam dunia peternakan, tentu pemberian pakan pada ayam tidak bisa sembarangan. Pertumbuhan ayam sangat dijaga, termasuk kesehatannya karena akan menghasilkan kualitas daging ayam yang perlu dijaga. Maka dari itu, pemilihan pakan ayam pun memiliki standar tersendiri. 

Pakan ayam yang biasa digunakan adalah berbentuk pelet produksi feed mill yang terbuat dari sayuran, kunyit, dedak, vitamin, tepung ikan, kedelai, jagung, bekatul, dan air bersih. Pelet diproses dari bahan makanan yang melalui proses penggilingan serta pemadatan. Pelet sangat umum digunakan sebagai makanan untuk ikan atau ayam dan sangat diminati oleh peternak ayam karena harganya yang murah.

Namun, apakah anda sudah mengetahui bahwa pelet itu harus memiliki kekerasan sesuai standar? Ya. Pelet harus diukur kekerasannya karena berkaitan dengan dua hal. Jika pelet terlalu keras maka akan berimbas ke pencernaan ternak terutama ayam dan akan menghasilkan kualitas daging ayam yang kurang baik karena ayam membutuhkan energi yang cukup besar untuk mencerna pakan tersebut. Dan sebaliknya jika pelet terlalu rapuh maka akan berimbas ke kualitas penyimpanan pelet tersebut. Pelet akan mudah hancur jika terlalu rapuh. Tentu itu kondisi yang kurang disukai oleh peternak.

Pengujian kekerasan pelet bisa menggunakan pellet hardness tester tipe KQ-3 atau KQ-5. Pengujian kekerasan pelet menggunakan sampling 30 - 50 pcs untuk mendapatkan nilai rata-rata. Pelet ditempatkan pada bejana kecil seperti mangkuk berbahan plastik, kemudian alat akan menekan pelet tersebut dari atas. Pellet Hardness Tester KQ-3 / KQ-5 akan mengukur tingkat kekerasan berdasarkan besarnya gaya yang dibutuhkan menekan pelet tersebut sampai kondisi ideal. Kenapa disebut kondisi ideal? Karena ketika pelet tertekan sampai hancur, alat ini akan menganggap itu pengukuran gagal dan tidak akan direkam karena nilai yang terukur sudah di luar ambang batas. Anda juga dapat mendata berapa banyak pelet yang hancur pada saat sampling dan menginputnya pada data statistik anda untuk menganalisa berapa banyak kemungkinan produk yang reject dalam setiap batch produksi.


Jika anda sedang membutuhkan Pellet Hardness Tester KQ-3 / KQ-5 untuk Pakan Ayam, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Komplek BDN No. 49, Kel. Jatiwaringin,
Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi 17411
021-8909 2280 (Telpon)


Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan

Alat Ukur Tingkat Kekerasan Kematangan Buah GY-4

Alat Ukur Tingkat Kekerasan Kematangan Buah GY-4

Fruit hardness tester merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat kekerasan kematanagan buah, alat ini banyak digunakan untuk perusahan buah, pertanian, lembaga penelitian. Alat ini digunakan untuk mengetahui kematangan dan kekerasan pada buah seperti buah pisang, apel, pir, strawberry, durian, mangga dan masih banyak yang lainnya lagi, karena menilai tingkat kekerasan atau kedewasan pada buah tersebut akan sangat baik untuk perkembang biak, disimpan maupun diekspor.

Alat Ukur Tingkat Kekerasan Kematangan Buah GY-4

Fitur :

  • Memiliki akurasi dan resolusi tinggi
  • Memiliki fungsi menahan Puncak(untuk kestabilan)
  • Adanya fungsi Pembersihan puncak pengukuran otomatis
  • Batas Toleransi (atas dan batas bawah)
  • Memiliki daya otomatis fungsi mematikan
  • 3 kesatuan yang tersedia
  • Jarak penuh 150% berlebihan
  • Dapat mengatur ulang percepatan fungsi gravitasi
  • Memiliki LCD fungsi layar arah turn
  • Memiliki memori besar (896 value data)
  • Menggunakan cahaya latar belakang Inductive
  • Dengan sinyal output untuk mengontrol tes bermotor berdiri
  • RS232C ke Port USB

 Spesifikasi :

Kapasitas 5kg (buah lunak) 20kg (buah keras)
Resolusi beban 0.001gr / 0.01kg
Akurasi   ± 0,5%
Unit N, kg, lb
Antarmuka RS-232-USB
Baterai Ni-Hi 7.2V 1800mAh
Catu daya Input110 ~ 240V 50-60Hz 200mA Output9.4V 600mA
Sensor sensor presisi tinggi
Suhu kerja 5 ℃ ~ 35 ℃
Suhu pengangkutan -10 ℃ ~ 60 ℃
Kelembaban 15% ~ 80% RH
Lingkungan kerja Tidak ada goncangan dan tidak ada sifat pedas
Diameter Tekanan (mm) 3.5, 8, 11
Tekanan Kedalaman (mm) 10
Berat (kgs) 01.05
Dimensi (mm) 245 * 66 * 36

Jika anda sedang membutuhkan Alat Ukur Tingkat Kekerasan Kematangan Buah, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan

Shore C Durometer untuk Ebonite

Shore C Durometer untuk Ebonite

Shore C Durometer untuk Ebonite


Ebonit adalah nama merek untuk bahan yang secara umum dikenal sebagai karet keras, dan diperoleh melalui vulkanisir karet alam untuk waktu yang lama. Ebonit mungkin mengandung dari 25% hingga 80% belerang dan minyak biji rami. Namanya berasal dari tujuan penggunaannya sebagai pengganti buatan untuk kayu ebony. Bahan tersebut juga disebut vulkanit, meskipun nama itu secara resmi mengacu pada mineral vulkanit.

Persentase sulfur dan suhu serta durasi yang diterapkan selama vulkanisir adalah variabel utama yang menentukan sifat teknis elastomer polisulfida karet keras. Reaksi yang terjadi pada dasarnya adalah penambahan belerang pada ikatan rangkap, membentuk struktur cincin intramolekul, sehingga sebagian besar belerang sangat terikat silang dalam bentuk adisi intramolekul. Karena memiliki kandungan sulfur maksimum hingga 40%, dapat digunakan untuk menahan pembengkakan dan meminimalkan kehilangan dielektrik. Sifat mekanik terkuat dan ketahanan panas terbesar diperoleh dengan kandungan sulfur sekitar 35% sedangkan kekuatan impak tertinggi dapat diperoleh dengan kandungan sulfur lebih rendah 30%. Kekakuan karet keras pada suhu kamar disebabkan oleh gaya van der Waals antara atom sulfur intramolekul. Menaikkan suhu secara bertahap meningkatkan getaran molekul yang mengatasi gaya van der Waals sehingga membuatnya elastis. Karet keras memiliki kepadatan tergantung campuran konten sekitar 1,1 hingga 1,2. Saat dipanaskan kembali, karet keras menunjukkan efek memori bentuk dan dapat dengan mudah dibentuk kembali dalam batas-batas tertentu. Tergantung pada persentase belerang, karet keras memiliki transisi termoplastik atau suhu pelunakan 70 hingga 80 °C (158 hingga 176 °F). Bahannya rapuh, yang menghasilkan masalah dalam penggunaannya dalam kasus baterai misalnya, di mana integritas casing sangat penting untuk mencegah kebocoran asam sulfat. Sekarang umumnya telah digantikan oleh polipropilena yang diisi karbon hitam.

Sifat fisik seperti kekuatan tarik, perpanjangan putus, kekerasan shore D, dan dampak izod dari karet ebonit yang divulkanisir ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik karet ebonit dipengaruhi secara nyata oleh jumlah penambahan belerang. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui suatu karet itu lunak atau keras? Kita bisa mengukurnya menggunakan Shore Durometer. Alat ini bekerja dengan melakukan penetrasi (berupa jarum) kedalam material, dan jarum indikator akan melakukan pengukuran 0-100

Jika anda sedang membutuhkan Shore C Durometer untuk Ebonite, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan

Shore A Durometer untuk Karet

Shore A Durometer untuk Karet

Shore A Durometer untuk Karet


Karet, dikenal karena kualitas elastisnya, adalah sebuah komoditi yang digunakan di banyak produk dan peralatan di seluruh dunia (mulai dari produk-produk industri sampai rumah tangga). Ada dua tipe karet yang dikenal luas, karet alam dan karet sintetis. Karet alam dibuat dari getah (lateks) dari pohon karet, sementara tipe sintetis dibuat dari minyak mentah. Kedua tipe ini dapat saling menggantikan dan karenanya mempengaruhi permintaan masing-masing komoditi; ketika harga minyak mentah naik, permintaan untuk karet alam akan meningkat. Namun ketika gangguan suplai karet alam membuat harganya naik, maka pasar cenderung beralih ke karet sintetis. Indonesia adalah salah satu produsen dan eksportir karet alam terbesar di dunia.

Berdasarkan rata-rata produksi karet dunia periode tahun 2014-2018, Thailand menjadi negara produsen karet terbesar dengan rata-rata produksi mencapai 4,58 juta ton. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, Thailand memberikan kontribusi sebesar 31,83% dari rata-rata produksi karet dunia pada periode tersebut. Sementara Indonesia berada di posisi kedua dengan rata-rata produksi karet selama 2014-2018 sebesar 3,37 juta ton. Kontribusi rata-rata produksi karet dari Indonesia di dunia mencapai 23,44%. Indonesia memiliki luas TM (Tanaman Menghasilkan) karet Indonesia yang terbesar di dunia, tetapi produksinya masih dibawah Thailand. Hal ini terjadi karena banyaknya tanaman karet di Indonesia yang sudah tua atau rusak.

Sebagai produsen karet terbesar kedua di dunia, jumlah suplai karet Indonesia penting untuk pasar global. Sejak tahun 1980an, industri karet Indonesia telah mengalami pertumbuhan produksi yang stabil. Kebanyakan hasil produksi karet negara ini - kira-kira 80 persen - diproduksi oleh para petani kecil. Oleh karena itu, perkebunan Pemerintah dan swasta memiliki peran yang kecil dalam industri karet domestik.

Menjelang akhir tahun 2020 industri ban mulai pulih pasca pandemi. Permintaan karet dunia mendadak naik tetapi pasokan karet dunia justru menurun. Hal ini menyebabkan harga karet dunia melonjak naik. Tahun 2021 diperkirakan produksi karet dunia 13,8 juta ton sedangkan konsumsi karet mencapai 14,1 juta ton.

Standar mutu karet Indonesia atau Standard Indonesia Rubber (SIR) merupakan karet alam yang diperoleh dengan proses pengolahan bahan baku karet. Bahan baku tersebut berasal dari getah (lateks) batang pohon Havea Brasiliensis, baik secara mekanis ataupun tanpa campuran bahan kimia. SIR tergolong menjadi 6 jenis mutu yang terdiri dari SIR 3 (Constant Viscosity), SIR 3 L (Light), SIR 3 WF (Whole Field), SIR 5, SIR 10 dan SIR 20.  Perbedaan dari keenam jenis standar mutu tersebut terletak pada tingkat kadar kotorannya dan bahan olahan yang digunakan. SIR 3 CV, SIR L dan SIR 3 WF terbuat dari bahan lateks sedangkan SIR 5, SIR 10 dan SIR 20 terbuat dari bahan koagulum lateks.

Sifat lunak dari satu material tentu memberikan pengaruh pada physical propertiesnya. Karet yang lunak itu fleksibel terhadap tekanan dan baik untuk seal gap, memiliki daya kenyal yang bagus dan memiliki daya lekat yang bagus. Sementara karet yang keras itu tahan gesek, kekuatan tarik yang tinggi, dan kuat meredam getaran/tumbukan. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui suatu karet itu lunak atau keras? Kita bisa mengukurnya menggunakan Shore Durometer. Alat ini bekerja dengan melakukan penetrasi (berupa jarum) kedalam material, dan jarum indikator akan melakukan pengukuran 0-100.

Jika anda sedang membutuhkan Shore A Durometer untuk Karet, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan

Shore A Durometer untuk Gulungan Benang

Shore A Durometer untuk Gulungan Benang

Shore A Durometer untuk Gulungan Benang


Jenis-jenis benang? Benang merupakan susunan serat-serat yang teratur ke arah memanjang dengan garis tengah dan jumlah antihan tertentu yang diperoleh dari pemintalan. Benang adalah hasil akhir dari proses pemintalan baik berupa benang alam atau sintetis. Secara garis besar benang dikelompokkan menjadi tiga yaitu, benang dasar (yarns), benang hias (novelty yarns) dan benang bertekstur.

Benang dasar adalah jenis benang yang paling sederhana yang terbuat dari satu serat yang sama atau serat campuran. Jenis benang ini terlihat lembut dan rata. Benang hias biasanya dibuat berpilin dua. Benang tunggal pertama berguna sebagai dasar atau inti serta menjadi tempat membelitnya benang-benang tunggal lainnya. Sementara benang bertekstur biasanya dihasilkan dari serta thermoplastik yaitu serat yang bentuknya dapat diatur oleh panas.

Secara singkat proses pemintalan benang itu melewati beberapa mesin proses mulai dari Mesin Blowing → Mesin Carding → Mesin Drawing → Mesin Roving → Mesin Spinning → Mesin Winding.

Pada dasarnya diameter gulungan benang dan kepadatan gulungan akan berkorelasi dengan tingkat kekerasan gulungan benang tersebut. Untuk mengukur tingkat kekerasan gulungan benang dapat menggunakan Shore A Durometer yaitu jenis alat ukur kekerasan untuk material lembut.

Jika anda sedang membutuhkan Shore A Durometer untuk Gulungan Benang, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan

Leeb Hardness Tester untuk Plat Stainless

Leeb Hardness Tester untuk Plat Stainless

Leeb Hardness Tester untuk Plat Stainless


Plat Stainless atau plat baja tahan karat sering dipakai pada industri minuman dan makanan atau yang berhubungan dengan air, garam, dan kimia. Plat jenis ini memiliki beragam fungsi dan keunggulan di bandingkan material lainnya. Keunggulannya yaitu tingkat kontaminasi kimia yang rendah pada makanan, mudah dibersihkan, tahan lama, tahan serangan bakteri sera memiliki sifat mekanik yang cukup baik. Plat stainless 304 memiliki kadar nikel 8% - 10% dengan sifat yg lentur atau lunak. Aplikasi plat stainless 304 biasanya untuk pembuatan barang yang harus melalui proses press atau cetak. Tipe plat stainless 304 merupakan jenis Food Grade (aman ketika bersentuhan dengan makanan atau minuman). Plat stainless 316 memiliki kadar nikel antara 12% ke atas tergantung dari pabrik dan negara asal pembuatnya. Plat stainless merupakan plat yang paling tangguh dalam menghadapi zat asam dan dapat bertahan sangat lama sekali dalam rendaman air laut.

Stainless steel (baja tahan karat) adalah jenis baja yang tahan terhadap pengaruh oksidasi. Stainless steel merupakan logam paduan dari beberapa unsur logam yang dipadukan dengan komposisi tertentu. Dari perpaduan logam tersebut didapatkan logam baru dengan sifat atau karakteristik yang lebih unggul dari unsur logam sebelumnya. Stainless steel memiliki kandungan Chrom minimal 10,5%. Kandungan unsur chrom ini merupakan pelindung utama dari gejala yang disebabkan pengaruh kondisi lingkungan. Stainless steel memiliki sifat tahan korosi secara alami tanpa metode pabrikasi. Sifat tahan karat stainless steel diperoleh karena adanya kandungan unsur chrom yang tinggi. Stainless steel lebih awet atau tahan lama dan tidak mudah rusak karena oksidasi. Dibandingkan dengan baja ringan, stainless steel cenderung memiliki kekuatan tarik tinggi.

Untuk mengukur tingkat kekerasan plat stainless, kita dapat menggunakan alat leeb hardness tester. Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang metode uji kekerasan leeb untuk besi dan baja, merupakan adopsi identik dari ASTM A956-12, Standard test method forleeb hardness testing of steel products.

Jika anda sedang membutuhkan Leeb Hardness Tester untuk Plat Stainless, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan

Leeb Hardness Tester untuk Pipa Baja

Leeb Hardness Tester untuk Pipa Baja

Leeb Hardness Tester untuk Pipa Baja


Pipa baja atau carbon steel pipes merupakan salah satu jenis pipa serbaguna untuk berbagai kalangan industri, mulai dari migas, pembangkit listrik, furniture, hingga otomotif. Salah satu keunggulan yang membuat pipa karbon ini populer di kalangan industri adalah mampu bertahan di berbagai tekanan tinggi, seperi suhu, panas, sifat destruktif lain, serta telah diakui dunia, khususnya di bidang otomotif. Umumnya pipa karbon baja terbuat dari bahan utama, yakni besi (Fe) dan karbon (Co) yang dicampur dengan bahan lainnya, seperti logam, aluminium, dan sebagainya. Pipa identik dengan fungsinya sebagai saluran air. Sedangkan sifat korosi atau karat memang melekat pada besi. Untuk itu diperlukan campuran karbon guna membuatnya lebih awet kala digunakan sebagai saluran air. Semakin tinggi tingkat karbon, maka semakin rendah pula titik leburnya.

Baja karbon sendiri memiliki tiga klasifikasi berdasarkan kandungan karbonnya, yakni karbon rendah, karbon menengah, dan karbon tinggi. Karbon rendah umumnya memiliki kandungan karbon kurang dari 0,30%, karbon menengah antara 0,30%-0,60%, dan karbon tinggi memiliki kandungan karbon lebih dari 0,60%.

Bisa dibilang proses pembuatan pipa baja ini hampir sama dengan pipa seamless. Pembuatannya sama-sama memakai billet baja yang telah dipanaskan. Nantinya billet itu akan diletakkan dalam cetakan khusus yang diameternya lebih besar dari kebutuhan pipa nantinya. Setelah itu, palu hidrolik yang ditempatkan di bagian tengah akan membuat rongga dalam pipa.  Metode ini umumnya dipakai untuk menghasilkan pipa dalma ukuran diameter yagn besar. Keunggulan dari pipa baja yang ditempa ini adalah hasilnya yang lebih kuat dan tahan lama ketimbang baja tuang.

Konsumen bisa mengenali kandungan serta kualitas dari sebuah pipa baja dengan melihat pada nomornya. Terutama, pada baja karbon dan baja alloy. Pada tahun 1930-an hingga 1940-an, AISI dan Society of Automotive Engineers (SAE) memiliki standar penomoran masing-masing. Hanya saja, sejak tahun 1995, AISI sudah tidak lagi mengembangkan sistem tersebut. Alhasil, sistem SAE lebih banyak dipakai. Dalam sistem SAE, penomoran dilakukan dengan menggunakan 4 digit angka. Digit pertama menunjukkan elemen campuran utama. Digit kedua, mengindikasikan kandungan elemen utama dalam baja tersebut (biasanya menggunakan aturan ini, tapi tidak selalu). Sementara itu, dua digit terakhir menunjukkan kandungan karbon pada pipa baja tersebut. Sebagai catatan, untuk digit kedua pada baja karbon, hanya menggunakan dua angka, yakni 1 dan 2. Angka 1 ditujukan untuk baja yang memperoleh penambahan sulfur. Sementara angka 2 pada digit 2 di baja karbon, menunjukkan adanya proses penambahan sulfur dan fosfor. Selain sistem SAE, ada pula sistem penomoran bernama Unified Numbering System (UNS). Sistem penomoran UNS lebih lengkap dan merupakan hasil adopsi sistem SAE. Sistem ini menggunakan 6 digit kombinasi huruf dan angka. Namun, standar yang ditetapkan oleh UNS dan SAE tersebut juga masih kurang lengkap. Oleh karena itu, ada lembaga lain yang berusaha untuk melengkapinya. American Society for Testing Materials (ASTM) menjadi lembaga yang melakukan pengujian terhadap produk pipa. Sementara itu, American Petrolium Institute (API) secara khusus menguji pipa yang ditujukan untuk industri migas.

Menurut The American Iron and Steel Institute (AISI), material baja disebut baja karbon ketika tidak memiliki kandungan minimum krom, nikel, kobalt, vanadium titanium, atau elemen lain yang sering kali ditambahkan agar bisa menghasilkan efek-efek tertentu. Baja karbon juga memiliki kandungan tembaga dan silikon di bawah 0,40 persen, dan kandungan mangan maksimum sekitar 1,65 persen. Adapun kandungan utama dari baja Janis ini adalah Fe (Ferrum) atau besi yang dipadukan dengan C (Carbon) atau karbon. Besar kecilnya kandungan karbon inilah yang nantinya berpengaruh terhadap tingkat kekerasan material baja. Semakin tinggi kandungan karbon, semakin rendah titik didih untuk peleburannya. hal ini nantinya berpengaruh terhadap kegetasan dan kekerasan baja. Kandungan karbon maksimal yang dibutuhkan adalah sekitar 1,7%. Kadar tersebut berpengaruh terhadap harga pipa baja karbon. Jika disimpulkan, pipa baja karbon adalah pipa baja yang memiliki kandungan besi, karbon sebesar maksimal 1,7%, silikon dan aluminium, mangan yang tidak lebih dari 1,65%, dan unsur-unsur kimia lain seperti oksigen (O), belerang (S), dan nitrogen (N) yang jumlahnya sangat kecil. Dalam pipa baja ini juga terdapat kandungan elemen lain seperti Al, Cr, Co, Ni, dan Mo, yang batas minimumnya tidak ditentukan.

Untuk mengukur tingkat kekerasan pipa baja, kita dapat menggunakan alat leeb hardness tester. Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang metode uji kekerasan leeb untuk besi dan baja, merupakan adopsi identik dari ASTM A956-12, Standard test method forleeb hardness testing of steel products.

Jika anda sedang membutuhkan Leeb Hardness Tester untuk Pipa Baja, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Pondok Kelapa Raya Blok G1 No. 3D, Kel. Pondok Kelapa,
Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13450
0823-9918-5261 (Whatsapp dan Telpon)
021-8694 1748 (Telpon)
yogo@mealabs.com

Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardness Tester. Tampilkan semua postingan
Back to top
banner