Home About Us Our Products News Articles Contact Us Chat Whatsapp

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Kaca

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Kaca


Ultrasonic Thickness Gauge untuk Kaca

Kaca adalah salah satu produk industri kimia yang paling akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Dipandang dari segi fisika kaca merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam zat cair namun dia sendiri berwujud padat. Kaca berasal dari pasir silika atau pasir kuarsa yang mengandung besi tidak lebih dari 0,45 persen untuk pecah belah dan 0,015 persen untuk kaca optik. Sebab kandungan besi dapat merusak warna kaca. Kaca dicampur dengan sodium oksida dan kalsium oksida atau kapur. Kaca alami tersebut terbuat ketika peristiwa alam yang melibatkan suhu tinggi terjadi, misalnya aktivitas vulkanik, sambaran petir, hingga meteorit. Peristiwa tersebut menyebabkan jenis batuan tertentu meleleh, melebur, dan mendingin dengan cepat. Proses tersebut membuat kaca alami terbentuk. Kaca adalah material yang rapuh, ia juga konduktor panas yang buruk. Perubahan suhu yang mendadak akan memberikan tekanan pada kaca, yang akhirnya menyebabkan retakkan, bahkan hingga meledak

Kaca memiliki peran yang sangat penting dalam konstruksi bangunan. Hampir seluruh bangunan yang ada pasti mempunyai kaca. Secara umum, fungsi dari kaca tentunya untuk membuat ruangan Anda menjadi tidak gelap dan membiarkan cahaya alami dari matahari bisa masuk ke dalam dengan mudah. Penggunaan kaca sebagai material konstruksi memiliki beberapa kelebihan, di antaranya: Daya tahan yang baik karena kaca tidak terpengaruh dengan cairan pembersih dan bahan kimia lainnya. Mudah dibersihkan sehingga dapat menghemat waktu untuk membersihkannya. Mampu memaksimalkan pemandangan di luar ruangan. Selain untuk konstruksi bangunan, kaca juga digunakan untuk kacamata, kaca las, partisi kaca, pintu kaca, kanopi, gorden, cermin, peralatan rumah tangga, dan lain-lain. Bagaimanakah proses pembuatan kaca? Kurang lebih terdapat 10 tahap yang harus dilakukan untuk mengolah bahan-bahan di atas menjadi sebuah material kaca yang siap pakai, yaitu:
- Penyiapan Pasir Kuarsa
- Penambahan Natrium Karbonat dan Kalsium Oksida
- Penambahan Bahan-bahan Kimia Tertentu
- Penambahan Bahan Kimia Pemberi Warna
- Persiapan Proses Pembuatan Kaca
- Pemasakan Bahan Menjadi Cairan
- Penyeragaman Cairan Kaca dan Gelembung
- Pencetakan Cairan Kaca di Blok Khusus
- Pendinginan Kaca dengan Cepat
- Pembersihan Kaca dan Penyempurnaan

Jenis-jenis kaca yang beredar di pasaran antara lain kaca polos, kaca es, kaca cermin, kaca warna, kaca tempered, kaca laminated, dan kaca patri. Ukuran standar kaca dibuat bervariasi dengan standar tertentu untuk mengikuti kebutuhan pasar. Ketebalan kaca juga bervariasi yang umumnya berkisar antara 2mm - 15mm. Bagaimana cara mengukur ketebalan kaca? Pada bagian pinggir, kita dapat mengukur ketebalan kaca dengan mistar, meteran, atau pakai sigmat/jangka sorong. Sementara pada bagian tengah kaca yang mana tidak dapat dijangkau oleh alat ukur biasa, kita dapat menggunakan alat yang namanya Ultrasonic Thickness Gauge atau bisa juga menggunakan Magnetic Ball Thickness Gauge.

Prinsip kerja Ultrasonic Thickness Gauge dalam mengukur ketebalan kaca adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju permukaan kaca dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan kaca tersebut. Ultrasonic Thickness Gauge sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan kaca stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung. Sementara prinsip kerja alat Magnetic Ball Thickness Gauge adalah menggunakan prinsip Efek Hall.

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Kaca, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Komplek BDN No. 49, Kel. Jatiwaringin,
Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi 17411
021-8909 2280 (Telpon)


Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Stainless

Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Stainless


Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Stainless


Pipa stainless steel adalah jenis pipa yang populer dipakai di berbagai industri. Hal ini dikarenakan jenis pipa ini menggunakan bahan yang efektif dan kokoh. Stainless steel adalah jenis baja campuran yang mengandung besi sebagai bahan utama dan mencampurkan kromium sekitar 10%. Pipa stainless memiliki ketahanan cukup tinggi terhadap serangan korosi atau karat. Pipa stainless juga sering dipakai dalam pembuatan bangunan. Tidak hanya untuk bangunan gedung bertingkat saja, pipa jenis ini juga dipakai dalam kehidupan rumah tangga. Selain untuk bangunan, pipa stainless sering digunakan untuk keperluan industri heat exchangers, general engineering, industri otomotif, industri makanan, industri kimia dan farmasi, serta industri minyak dan gas.

Pipa stainless steel dibuat mengikuti standar  ASTM A312 TP316 / 316L. SS316 / 316L adalah grade ganda yang digunakan untuk pipa stainless steel. Grade ini memungkinkan pipa untuk dapat digunakan untuk dua kebutuhan. Panjang standar pipa stainless steel adalah 6 meter, pipa ini dikenal karena kualitasnya yang unik yang didapatkan dari mendengarkan permintaan pasar dan memasukkannya ke dalam proses produksi. ​Stainless steel SS316 atau dikenal juga dengan marine grade stainless steel memiliki tingkat anti korosi yang tinggi. Beberapa tipe yang dikenal dari stainless steel SS316 adalah varian L, F, H, dan N. Varian-varian ini memiliki beberapa perbedaan dari sumbernya dan juga meiliki kegunaan yang berbeda. Sebagai contoh, varian 316L berarti baja memiliki kandungan karbon lebih sedikit dibandingkan varian 316 yang memiliki kandungan karbon lebih banyak.

Pipa 'seamless' stainless steel dibuat dari billet baja yang kemudian dilubangi bagian tengahnya sehingga terbentuk pipa. Proses pelubangannya bisa menggunakan 4 metode yaitu proses mandrell mill, proses mannesmann plug mill, proses extrusion, atau proses forging (penempaan). Keempat metode proses tersebut akan menghasilkan pipa stainless yang mulus tanpa sambungan atau bekas lasan. Semua metode proses tersebut akan menghasilkan ketebalan pipa stainless yang konstan dan stabil di semua sisi. Bagaimana cara mengukur ketebalan pipa stainless di semua bagian? Kita dapat menggunakan alat yang namanya Ultrasonic Thickness Gauge. Prinsip kerja Ultrasonic Thickness Gauge dalam mengukur ketebalan pipa stainless adalah dengan memancarkan gelombang ultrasonik melalui probe yang dihantarkan dari alat menuju permukaan pipa dengan bantuan couplant sebagai isolator gelombang. Gelombang akan terpantul kembali ke probe ketika bertemu dengan ruang hampa. Kecepatan gelombang atau yang disebut velocity dari gelombang tersebut untuk kembali ke probe akan dikonversi oleh alat menjadi ketebalan kaca tersebut. Ultrasonic Thickness Gauge sangat berguna untuk inspeksi lapangan dan pengumpulan data apakah ketebalan kaca stabil atau berfluktuasi dari ujung ke ujung. 

Jika anda sedang membutuhkan Ultrasonic Thickness Gauge untuk Pipa Stainless, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Komplek BDN No. 49, Kel. Jatiwaringin,
Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi 17411
021-8909 2280 (Telpon)


Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Shore D Durometer untuk Resin

Shore D Durometer untuk Resin


Shore D Durometer untuk Resin


Resin adalah salah satu material yang cukup banyak digunakan. Resin merupakan sebuah campuran dari berbagai senyawa kompleks seperti alkohol, asam resnat dan resnotannol ester. Resin merupakan hasil dari eksudasi tumbuhan secara alami atau buatan. Salah satu sumber utama pembuatan resin adalah berasal dari getah berbagai macam pohon, seperti pohon konifer atau pohon kunjung. Untuk mendapatkan tekstur yang kuat, campuran getah pohon tersebut dicampurkan dengan berbagai unsur kimiawi lainnya hingga menghasilkan bahan yang tidak mudah hancur. Resin memiliki sifat mudah mengeras, padat, bening, kusam, mengkilat, rapuh, dan bisa meleleh atau mudah terbakar saat terkena panas, dan memiliki bobot yang ringan. Bahan ini sangat disukai oleh setiap orang karena bisa dijadikan berbagai macam benda, salah satunya adalah kerajinan tangan. Resin biasa digunakan untuk membuat kerajinan tangan, dijadikan pelapis furniture, serta jadi bahan utama pembuatan komponen bodi mobil.

Resin biasa dijadikan kerajinan tangan seperti kalung, gelang, cincin, anting-anting, jam dinding, tatakan gelas, dan lain-lain. Dalam penggunaan pelengkap furnitur, resin biasa dipadukan dengan kayu untuk membuat meja hias agar memiliki kesan seperti sungai. Warnanya yang bening membuatnya indah dipandang seperti kaca atau air. 

Terdapat beberapa variasi resin yang biasa digunakan yaitu epoxy, polyester, polyurethane, dan silicone. Karena berasal dari getah dan campuran kimia, resin perlu dibentuk terlebih dahulu dengan menggunakan cetakan atau secara manual sebelum akhirnya harus dibakar supaya bisa mengeras dan menghasilkan benda yang sudah dicetak sebelumnya. Resin yang baik adalah resin yang memiliki tingkat kekerasan yang sempurna. Karena apabila resin terlalu lembek, maka produk akan mudah rusak dan berubah bentuk. Untuk menguji kekerasan resin yang sudah mengeras dapat menggunakan shore durometer tipe D. Dengan rentang 0-100 HD, kekerasan resin harus berada pada kisaran 80-100 HD sebagai tanda bahwa resin berkualitas baik.

Jika anda sedang membutuhkan Shore D Durometer untuk Resin, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Komplek BDN No. 49, Kel. Jatiwaringin,
Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi 17411
021-8909 2280 (Telpon)


Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Shore A Durometer untuk Kulit

Shore A Durometer untuk Kulit


Shore A Durometer untuk Kulit

Kulit adalah bahan yang fleksibel dan tahan lama yang dibuat dengan proses penyamakan kulit hewan, umumnya kulit sapi. Kulit (leather) banyak digunakan dalam peralatan kehidupan sehari-hari kita. Ada yang untuk keperluan fashion seperti tas, jaket, celana, sepatu, ikat pinggang, topi, dompet dan lain-lain. Ada yang untuk keperluan furnitur seperti pelapis sofa dan kursi. Ada yang untuk keperluan interior kendaraan seperti penutup jok mobil dan motor.

Saat ini sebagian besar kulit terbuat dari kulit sapi. Kulit kambing, domba, dan rusa juga digunakan untuk menghasilkan bahan yang lebih empuk dan dihargai lebih tinggi. Kulit rusa digunakan sebagai sarung tangan di negara beriklim sedang. Kulit hewan lainnya yaitu kulit babi, kerbau, buaya, anjing, ular, kangguru, dan ungas besar seperti burung unta.

Bahan kulit atau leather dapat dipecah dalam beberapa kategori yang berbeda. Beberapa variasi disebabkan oleh proses pembuatan, jenis potongan, hingga proses finishing. Dalam industri fashion, penggunaan bahan leather dipilih karena durability-nya yang membuat bahan kulit bisa bertahan lama. Kualitas bahan kulit juga dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mencakup jenis hewan, iklim tempat mereka tinggal, makanan yang mereka makan, dan aktivitas yang dilakukan. Maka dari itu, bahan kulit sangat dipengaruhi oleh kehidupan hewan asalnya.

Kualitas kulit ditentukan oleh bahan itu sendiri (kulit hewan apa yang dipakai) dan juga proses pengerjaannya. Kulit yang berkualitas tinggi cenderung digunakan untuk produk-produk fashion yang mahal. Hasil dari proses pengerjaan kulit itu akan menghasilkan tingkat kekerasan yang beragam. Setiap tingkat kekerasan ada peruntukan kegunaan yang berbeda-beda. Kita dapat menggunakan shore durometer skala A untuk mengukur tingkat kekerasan kulit. Skala durometer memiliki rentang 0 - 100 HA. Semakin besar skalanya semakin keras kulit tersebut. Begitupun sebaliknya.

Jika anda sedang membutuhkan Shore A Durometer untuk Kulit, silahkan hubungi Sales Representative kami pada kontak di bawah. Kami akan merekomendasikan alat yang cocok untuk kebutuhan di tempat anda.

CV. MEALABS INDONESIA
Jln. Komplek BDN No. 49, Kel. Jatiwaringin,
Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi 17411
021-8909 2280 (Telpon)


Read More
Mealabs Laboratory - 0823 9918 5261
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Back to top
banner